Untuk memperingati kepergian
Munir Said Thalib yang ke 8 tahun, diadakan aksi unjuk rasa pengusutan kembali
kasus pembunuhan seorang aktivis HAM tersebut Jum’at (8/9) didepan gedung
Kejaksaan Agung Jakarta Selatan sangat antusias. Ade Wahyudin mengatakan Aksi
ini melibatkan banyak organ-organ yang turut serta menuntut kasus Munir itu.
“Banyak organisasi-organisasi yang yang ikut menyuarakan suara mereka dalam
aksi ini, ada KontraS, KASUM, ATMIK, KOMPAK, HAMmurabi, JRMK dll…” Tutur Mantan
Koordinator KOMPAK (Komite Mahasiswa dan Pemuda Anti Kekerasan) tersebut.
Aksi ini meluapkan kekecewaan
para korban pelanggaran HAM terhadap lembaga terkait yang melihat tidak adanya
tindak lanjut kasus munir yang sudah 8 tahun tersebut. “ …Iya kasusnya belum
selesai-selesai sampai sekarang, kemana aja gitu kan. Sudah 8 tahun tidak ada
sikap dari pemerintah seakan-akan mereka sudah lupa…” Ungkap Ibu Seimah.
Ibu Seimah mengikuti aksi itu
bersama rombongannya, JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota. Sosok Munir dimata
salah satu korban pelanggaran HAM tersebut adalah aktivis yang baik dan sering
mengadvokasi kasus-kasus pelanggaran HAM. “Munir itu sangat baik, Ramah, selalu
mendampingi , apalagi kalau di Muarabaru dia pernah main kesana juga..”
katanya.
“Aksi ini tidak hanya sampai sini,
akan dilanjutkan lagi ke Monas…” kata Ibu saimah. Suara-suara rakyat itu
ternyata tidak berhenti sampai di Gedung Kejaksaan Agung, dilanjutkan ke Istana
Negara yang sudah ditunggu para aparat kepolisian. Aksi dilakukan para
pengunjuk rasa tersebut dengan diadakan teatrikal, menyanyi dan diikuti dengan
pengekspresian para aktivis-aktivis HAM.
Sering-sering posting yang bagus kayak gini...
BalasHapusThanks yan ..
Hapus