Selasa, 25 September 2012

Apa itu Proses Bisnis Syariah ?

Islam diturunkan di tanah kelahiran yang memiliki kegiatan ekonomi yang tinggi. Bangsa Arab sudah berpengalaman selama tak kurang dari ratusan tahun dalam beraktivitas ekonomi. Jalur bangsa Arab ketika itu terbentang dari Yaman sampai ke daerah-daerah meditarian. Ajaran islam sendiri diwahyukan melalui Nabi Muhammad SAW. , seorang yang terlahir dari keluarga pedagang, Muhammad menikah dengan seorang saudagar (Siti Khadijah) dan beliau melakukan perjalanan bisnis sampai ke Syiria (kafilah/caravan).
Kemunculan budayaan Islam memberikan kontribusi yang sangat besar kepada kemajuan pembangunan ekonomi dan teori ekonomi itu sendiri. Dalam sejarah ekonomi, Murray Rothhbard memberi catatan bahwa pemahaman yang sudah maju mengenai definisi dan fungsi pasar (scholastic) ditemukan pada bahan kajian akademik para sarjana (school of Salamanca) pada abad keenam belas, dengan sejarah peradaban Yunani kuno sebagai bahan kajian perbandingan. Diperkiranakan kajian para sarjana muslim memengaruhi perkembangan pemikiran di sekolah tersebut. Kajian akademik yang berasal dari penerjemahan buku-buku Arab diwariskan kepada peradaban Yunani dan bahkan Spanyol (Imad Ahmad: 2002).
Dewasa ini, secara umum dapat disampaikan bahwa kemunculan pesan moral dalam teori pasar, dapat dikaitkan sebagai bagian dari reaksi penolakan sosialisme dan sekularisme, ataupun secara khusus ideology-ideologi yang sudah banyak diasumsi-kan orang sebagai system yang merusak pasar dan memosisikan diri sebagai oposisi dari paham pasar bebas dan terbuka di dunia Arab. Ajaran Islam dengan tegas menolak sejumlah ideology ekonomi yang terkait dengan tegas menolak sejumlah ideology ekonomi yang terkait dengan keagungan private property, kepentingan investor, asceticism (menghindari kehidupan duniawi), economic egalitarianism meupun authoritarianism (ekonomi terpimpin atau paham mematuhi seseorang atau badan secara mutlak).
Oleh sebab itu, sangat utama bagi umat islam untuk secara kumulatif mencurahkan semua dukungannya kepada ide keberdayaan, kemajuan, dan kecerahan peradaban bisnis dan perdagangan. Islam secara ketat memacu umatnya untuk bergiat dalam aktivitas keuangan dan usaha-usaha yang meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan social. Untuk itu proses yang terarah berdasarkan ajaran Islam dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

PROSES BISNIS SYARIAH
Proses ekonomi yang tidak lain diarahkan untuk mencapai kesejahteraan manusia dalam kehidupannya, juga tidak terlepas dari konteks pengertian ibadah secara luas tersebut. Inti dari kelangsungan hidup manusia terletak pada sejauh mana ia melakukan aktivitas untuk mempertahankan hidupnya. Dengan demikian, kegiatan ekonomi merupakan bagian integral dari muamalah (ibadah) dengan segala dimensinya.
Bisnis merupakan salah satu ibadah yang telah diterapkan oleh Nabi Muhammad saw. Bisnis juga merupakan format yang baik untuk mencari rezeki yang halal dan baik. Bisnis juga dapat menjadi alat mengelola bumi dengan baik dan benar jika semua aturan yang telah Allah Swt gariskan dijalankan dan diterapkan dengan baik. Bisnis juga merupakan ibadah badaniah menuju ibadah ruhiyah. Dengan bisnis, orang dapat memberikan sedekah, infaq, zakat dan lainnya sehingga dekat dengan Allah SWT.
Dengan demikian, aktivitas ekonomi sebagai bagian dari muamalah yang berintikan pada upaya manusia mempertahankan kehidupan, memenuhi kebutuhan, dan meningkatkan kesejahteraannya merupakan bagian dari makna penyembahan (ibadah) dalam pengertian umum. Dalam setiap aktivitas positif, terkandung di dalamnya nilai penyembahan yang tidak hanya dalam makna khusus, seperti shalat, zakat, haji, dan lainnya.
Nabi Muhammad SAW, sebelum menjadi seorang ‘rasulullah’, beliau adalah sorang penggembala kambing. Perjalanan menjadi penggembala kambing sangatlah berarti dalam membentuk kepribadiaannya. Hasil didikan dari penggembala kambing di antaranya adalah bagaimana beliau menjadi sorang diantaranya yang dapat mengatur dan mengelola dengan baik, berani melangkah dan memberikan keputusan. Dalam menggembala kambing, beliau benar-benar cerdas dalam memanfaatkan kesempatan, yaitu beliau membuat jasa penggembala kambing. Banyak kambing para penduduk Mekkah ketika itu digembala oleh Nabi Muhammad saw. Penduduk Mekkah ketika itu sudah percaya kepada Nabi Muhammad saw. Beliau telah dijuluki sebagai “Al-Amin dan As-Shiddiq.” Dengan gelar seperti itu Nabi Muhammad saw telah memiliki nama baik sehingga dapat memberikan kemudahan dalam setiap langkah apalagi dalam berbisnis. Kepercayaan tidak dapat diganti dengan kekayaan. Semuanya dilalui dengan penuh kesungguhan dalam oerjuangan dan pengorbanan.
Setelah jasa penggembala kambing, beliau lanjutkan dengan berbisnis.  Semuanya dilalui dengan penuh kesabaran dan tawakkal kepada Allah SWT. Bisnis di mata beliau sangatlah tinggi dan mulia.
Pertama, bisnis adalah ladang yang jelas untuk mencari rezeki, jika dilakukan dengan baik dan benar, bisnis adalah lumbung rezeki yang benar-benar jelas kehalalannya mencari yang halal dalam masalah rezeki adalah wajib hukumnya bagi seorang muslim. Oleh karena itu, beliau lebih mengutamakan segala sesuatu yang jelas ketimbang yang masih syubhat. Dengan bisnis, kita tahu  praktik dalam mencari rezeki dengan cara berbisinis lebih bersih daripada profesi lainnya jika dilakukan sesuai dengan ajaran islam. Sebagaimana sabda rasulullah saw. “ berusaha untuk mendapatkan penghasilan yang halal merupakan kewajiban, disamping sejumlah tugas yang telah diwajibbkan.” (HR.Baihaqi).
Kedua, bisnis adalah sebaik-baiknya profesi. Karena bisnis merupakan profesi yang sangat menjanjikan dalam sebuah keuntungan lahiriah dan batiniah. “Pernah suatu ketika beliau ditanya oleh salah satu para sahabat, pekerjaan apakah yang paling baik ? beliau menjawab, “ seorang bekerja dengan bekerja dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang bersih.” (HR. Al-Bazzar).
Ketiga, bisnis merupakan gudang rezeki. Bisnis memiliki keuntungan berlipat ganda dan risiko kerugian yang besar. Jika untung dalam berbisnis, maka keuntungannya dapat melebihi dari keuntungan profesi lain. “ Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada pada perdagangan” (HR.Alhmadi)
Keempat, bisnis dapat menjadi lahan dakwah dan amal saleh. Dalam hal ini, sorang pebisnis akan lebih leluasa
Kelima, bisnis juga menjadi salah satu cara menyebarkan syiar Islam ke seluruh pelosok kehidupan dan kalangan di seluruh dunia. Penyebaran Islam sejak Nabi Muhammad SAW. Hingga sekarang beraneka ragam macamnya ada dengan cara peperangan, perkawinan, bahkan perdagangan. Sudah berapa banyak Negara yang penduduknya memeluk agama Islam dengan jalur perdagangan, seperti Indonesia, Afrika dan lainnya. Beliau telah menunjukkan bahwa Islam sangat memerhatikan semua kehidupan masyarakat, Islam tidak hanya berbicara masalah shalat, puasa, dan haji saja melainkan lebih dari itu, Islam juga mengajarkan tentang arti bisnis dan usaha lainnya untuk kehidupan di dunia. Beliau juga mengajarkan umatnya untuk terus berusaha dan berusaha dengan tanpa mengenal lelah dan optimis dalam setiap langkah.
Pemikiran Ekonomi Era Rasulullah saw
Era Rasulullah SAW adalah era tasyri’ (peletakan dasar hokum dan perundangan). Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad saw, dan sabda beliau (hadis) sebagai penguat dan penjelas pernyataan Al-Qur’an dimaksudkan untuk proses tasyri itu.
Pernyataan dua sumber utama umat Islam itu tentang aturan kehidupan, termasuk konsep pemikiran ekonomi Islam memiliki kecenderungan sebagai berikut:
  1. Mewujudkan kebahagiaan manusia. Bila masyarakat jahiliyah pra Islam mendefinisikan kebahagiaan sebagai rasa materiil murni, maka Islam menyatakan dengan suatu cara yang menyertakan juga aspek spiritual dan kesejahteraan yang komprehensif. Mengkolaborasikan aspek spiritual dan material eperti yang dinyatakan dalam sebuah hadis: “ Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban setelah kewajiban (spiritual)”.
  2. Tujuan kesejahteraan yang ingin diciptakan oleh pemikiran ekonomi islam adalah yang selaras dengan maqashid syariah (tujua-tujuan syari’ah). Artinya, kesejahteraan itu terletak pada perlindungan terhadap agama (diin), keselamatan nyawa manusia (nafs), akal, keturunan (nasl), harta benda (maal). Parameter bagi kemajuan ekonomi bukan pada tingkat pertumbuhan material, melainkan pada sejauh mana lima aspek maqashid syariah itu telah diciptakan oleh ekonomi. Maka dijumpai pada periode tasyri tersebut turun ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits Rasul yang menyatakan keharaman praktek-praktek social yang tidak mendukung pencapaian tujuan-tujuan syariat. Semisal Judi, ihtikar,riba, tranksaksi-transaksi yang berpotensi gharar(penipuan) dan dlarar(membahayakan) diharamkan oleh syariat.
  3. Pemikiran ekonomi yang dibangun oleh rasulullah berlandaskan syariah yang sacral, doktriner, berupa kaidah dan prinsip umum yang global, memiliki juga sisi profane, dimana manusia bebas berkreasi menciptakan  mekanisme yang tepat guna merealisasikan maqashid tersebut.

MENJALANKAN KEGIATAN EKONOMI BERDASARKAN SYARIAH
Berkaitan dengan upaya mendapatkan harta, baik untuk digunakan secara jasmaniah maupun untuk dikonsumsi, Allah mengingatkan  agar senantiasa tetap dalam koridor ketentuan-Nya, sebagaimana firmannya berikut ini:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamudengan jalan batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kam. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu. (Q.S. 4 An-Nisa: 29)
Ayat ini sangat relevan dengan ilmu ekonomi yang mengajarkan manusia untuk mendapatkan sesuatu dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Secara kodrati, manusia diberikan hak otonomi untuk bertindak dan menuai hasilnya, tetapi dalam bertindak harus senantiasa menghindari kearah yang batil, artinya yang bertentangan dengan syariah Islam. Jika sebuah tindakan dalam kualifikasi batil, kemudian dilanjutkan dengan mengkonsumsi hasilnya, hal tersebut merupakan tindakan batil yang berantai dan bertentangan nila-nilai ajaran Islam di bidang ekonomi.
Dalam pandangan ini, terlihat jelas bahwa nilai yang paling penting dalam kegiatan ekonomi bukanlah terletak pada hasil yang dicapai, tetapi terletak dalam prosesnya. Oleh karena itu, dalam ekonomi Islam pendekatan yang tepat digunakan bukan hanya pendekatan hasil, melainkan pendekatan proses.






Husein Abdul Rachman. “Business With Love In Islam” Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2009
Hamid Muhammad Arfin. “Hukum Ekonomi Islam (Ekonomi Syariah di Indonesia)”  Bogor : Ghalia Indonesia, 2007
Munir Misbahul. “Ajaran-ajaran Ekonomi Rasulullah”  Malang : UIN-Malang Press, 2007

Sabtu, 15 September 2012

What Is Business Process Management ?

Business process management (BPM) is a management discipline that treats business processes as assets that directly contribute to enterprise performance by driving operational excellence and business agility. As with other assets, determining the right level of investment in the resources needed, proper performance monitoring of the process, sound maintenance of the process and management of the process life cycle can drive operational excellence. The most critical disciplines for BPM success are related to nontechnical issues, such as changing people’s attitudes and assumptions based on building a new frame of reference or perspective (that is, the process perspective) for evaluating business performance of government agencies.

These essential elements consist of:
  • Comprehending processes through business process modeling for visualization
  • Evaluating process performance through attention to the right process metrics
  • Generating options for performance improvements through process analysis
  • Gaining the willingness to change the processes from the stakeholders involved
Together, these disciplines provide a fresh approach to improving the performance of business processes. A BPM effort may be initiated from a business unit, the IT organization or an internal operational unit that may focus on innovation, transformation, organizational development, change management, enterprise architecture, government delivery services, audit/compliance and so on.

Bisnis Proses manajemen atau yang disingkat dengan BPM ini merupakan proses disiplin manajemen yang melakukan serangkaian kegiatan yang akan mencapai tujuan yang ingin dicapai. Proses Bisnis yang baik akan mampu meningkatkan kinerja dalam pengelolaannya merupakan kegiatan yang paling utama. kinerja yang efektif dan efisien yang bisa mengatur keberhasilan organisasi juga harus menjadi jalan yang mulus dalam menajalani bisnis.

Proses bisnis adalah sebuah blok bangunan fundamental dari keberhasilan organisasi. Meskipun proses bisnis secara efektif mengelola adalah kegiatan utama bagi kemakmuran bisnis masih ada kesenjangan yang cukup besar dalam memahami cara mengemudi efisiensi melalui pendekatan proses. Membangun pemahaman yang jelas dan mendalam dari proses jangkauan, bagaimana mereka berfungsi, dan bagaimana menanganinya adalah tantangan utama yang dihadapi bisnis modern.

Keahlian mengontrol ketidakstabilan bisnis diperlukan ketika situasi yang memungkinkan itu bisa terjadi. Pemikiran yang tanggap akan menjadi tantangan dalam menghadapi arus perjalanan yang tidak datar, dimana proses ini bisa naik dan bisa juga turun sangat berpengaruh pada organisasi dan pengusaha-pengusaha.

Untuk kelancaran siklus bisnis ini juga dibutuhkan seorang manajer dalam memimpin perusahaan di abad yang baru. Para manajer dalam abad yang baru ini akan membutuhkan visi, yaitu kemampuan untuk melihat kebutuhan pasar dan bagaimana perusahaan mereka dapat memenuhinya. keahlian berpikir kritis dan kreativitas memugkinkan manajer dalam mengetahui masalah dan peluang serta merancang solusi -solusi yang kreatif. Terakhir, para manajer juga menghadapi perubahan yang cepat, dan mereka membutuhkan keahlian untuk membantu mengarahkan organisasi mereka melalui pergeseran-pergesaran yang terjadi pada kondisi-kondisi eksternal dan internal.



Boone, Kurtz. "Pengantar Bisnis Kontemporer", Edisi 11,Salemba Empat , Jakarta, 2008.
http://www.emeraldinsight.com/products/journals/journals.htm?id=bpmj

Aktivis Muda Yang Perlu Diperjuangkan


Untuk memperingati kepergian Munir Said Thalib yang ke 8 tahun, diadakan aksi unjuk rasa pengusutan kembali kasus pembunuhan seorang aktivis HAM tersebut Jum’at (8/9) didepan gedung Kejaksaan Agung Jakarta Selatan sangat antusias. Ade Wahyudin mengatakan Aksi ini melibatkan banyak organ-organ yang turut serta menuntut kasus Munir itu. “Banyak organisasi-organisasi yang yang ikut menyuarakan suara mereka dalam aksi ini, ada KontraS, KASUM, ATMIK, KOMPAK, HAMmurabi, JRMK dll…” Tutur Mantan Koordinator KOMPAK (Komite Mahasiswa dan Pemuda Anti Kekerasan) tersebut.

Aksi ini meluapkan kekecewaan para korban pelanggaran HAM terhadap lembaga terkait yang melihat tidak adanya tindak lanjut kasus munir yang sudah 8 tahun tersebut. “ …Iya kasusnya belum selesai-selesai sampai sekarang, kemana aja gitu kan. Sudah 8 tahun tidak ada sikap dari pemerintah seakan-akan mereka sudah lupa…” Ungkap Ibu Seimah.

Ibu Seimah mengikuti aksi itu bersama rombongannya, JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota. Sosok Munir dimata salah satu korban pelanggaran HAM tersebut adalah aktivis yang baik dan sering mengadvokasi kasus-kasus pelanggaran HAM. “Munir itu sangat baik, Ramah, selalu mendampingi , apalagi kalau di Muarabaru dia pernah main kesana juga..” katanya.

“Aksi ini tidak hanya sampai sini, akan dilanjutkan lagi ke Monas…” kata Ibu saimah. Suara-suara rakyat itu ternyata tidak berhenti sampai di Gedung Kejaksaan Agung, dilanjutkan ke Istana Negara yang sudah ditunggu para aparat kepolisian. Aksi dilakukan para pengunjuk rasa tersebut dengan diadakan teatrikal, menyanyi dan diikuti dengan pengekspresian para aktivis-aktivis HAM.

Ulasan Singkat Mengenai Pluralisme

Secara terminology, Pluralisme berasal dari kata Plural yang berarti banyak atau berbilang kata “bentuk kata yang digunakan untuk menunjukk...