Gunung Sinabung adalah gunung berapi yang terletak di
Kabupaten Karo, Kabanjahe, Sumatera
Utara. Puncak tertinggi di Sumatera Utara tersebut mencapai 2.460 meter di atas
permukaan laut setelah Gunung Sibayak yang memiliki ketinggian 2.094 meter.
Sejak 1600 tercatat gunung ini tidak pernah meletus, mendadak aktif dan meletus
pada tahun 2010.
Pada
tanggal 29 Agustus 2010 Gunung Sinabung meletus dengan mengeluarkan lava dari
kepundan gunung dini hari sekitar pukul 00.15 WIB dimana sebelumnya menunjukkan
aktivitasnya mengeluarkan asap hitam waktu pagi hari 28 Agustus 2010. Status
gunung dinaikkan menjadi “Awas”, sehingga 12.000 warga disekitarnya dievakuasi
dan dilaporkan 1 korban meninggal dunia karena gangguan pernapasan ketika
mengungsi dari rumahnya. Erupsi berlanjut pada bulan September 2010, terjadi 2
letusan. Letusan pertama menyemburkan debu vulkanis setinggi 3 kilometer.
Letusan kedua, menimbulkan gempa bumi vulkanis yang dapat dirasakan hingga
radius 25 kilometer dari gunung sinabung.
Gunung
sinabung ternyata tidak tidur lama sampai gunung tersebut meletus kembali pada
tahun 2013. Terjadi 4 letusan sampai 18 September 2013. Letusan pertama terjadi
pada waktu dinihari dan sore hari pada tanggal 15 September 2013. Letusan kedua
terjadi pada waktu siang hari dan sore hari tepatnya tanggal 17 September 2013.
Erupsi menimbulkan awan panas dan abu vulkanis. Kondisi pada bulan ini
fluktuatif. Namun, memasuki bulan November 2013 intensitas Gunung Sinabung semakin tinggi, dari level
“Siaga” sampai “Awas”. Bermula pada tanggal 03 November 2013 status gunung
sinabung dinaikkan menjadi “Siaga”. Penetapan status tersebut karena
peningkatan kegempaan dan tingginya kolom letusan abu. Erupsi yang terjadi
sekitar pukul 01.26 WIB dini hari itu, memuntahkan abu vulkanik yang mencapai
7.000 meter. Sebanyak 1.293 jiwa sekitar Gunung Berapi Sinabung dievakuasi ke
tempat yang lebih aman. Aktivitas Gunung Sinabung yang terjadi berkali-kali
mengakibatkan pasokan sayur–mayur di Medan melambung tinggi. Seperti Harga Cabai
merah naik dari Rp 12.000 menjadi Rp 20.000 per kg. Kentang yang biasanya Rp
5.000 kini dijual Rp 10.000 per kg dan beberapa jenis sayuran lainnya. Pada
tanggal 24 November 2013 status Gunung Sinabung dinaikkan ke level tertinggi,
level 4 (Awas). Ditandai dengan letusan sebanyak 8 kali dengan memuntahkan awan
panas dan abu vulkanik. Sehingga penduduk dari 21 desa harus dievakuasi.
Status
“Awas” bertahan hingga memasuki tahun 2014. Terlihat Guguran lava pijar dan
semburan awan panas yang muncul dari permukaan Gunung Sinabung pada tanggal 3
Januari 2014. Aktivitas Gunung Sinabung yang terus menerus erupsi mengakibatkan
jumlah pengungsi semakin bertambah melebihi 20.000 orang. Ketika minggu
terakhir di bulan Januari 2014, dikabarkan kondisi Gunung Sinabung mulai
stabil, pengungsi yang berada diluar radius bahaya (5 km) pun bisa dipulangkan.
Namun, sehari kemudian dikabarkan 14 orang ditemukan tewas terkena awan panas
ketika sedang menuju ke Desa Suka Meriah dan Kecamatan Payung yang berada dalam
zona bahaya. Sampai sekarang dilaporkan korban tewas bertambah menjadi 16 orang
dan jumlah pengungsi mencapai 32.355 jiwa.
Tulisan ini bersumber dari beberapa media OL yaitu:
Merdeka.com, Republika Online, Wikipedia.org, Liputan6.com, Kompas.com.