PENDAHULUAN
Gunung Sinabung adalah salahsatu gunung
berapi yang terletak di Karo, Sumatra Utara.Gunung yang tingginya mencapai
2.164 meter diatas permukaan laut ini tercatat sejak tahun 1600 tidak pernah
meletus.Namun pada tahun 2010 gunung ini aktif dan mengalami erupsi.Setelah
tertidur selama 3 tahun, pada bulan September 2013 gunung Sinabung kembali
meletus dengan mengeluarkan lava dan abu vulkanik sampai Februari 2014. Akibat letusan
tersebut banyak desa masuk kedalam zona berbahaya radius 5km terkena dampak
letusan gunung berapi hingga menelan korban jiwa sebanyak 17 orang dan 32.000
jiwa lebih telah dievakuasi ke tempat aman yang sudah disiapkan pemerintah
setempat.
Oleh karena itu Komunitas Mahasiswa
Sumatra Utara (KMSU) Jakarta mengadakan penggalangan dana untuk korban letusan
Gunung Sinabung. Dana social iniakan disalurkan langsung kepada korban erupsi
sekaligus mengadakan kegiatan Live In
atau hidup bersama korban yang tinggal di tempat pengungsian dengan melakukan
kegiatan-kegiatan yang berguna selama berada dilokasi. Aksi nyata ini diharapkan
dapat membantu dan meringankan beban yang mereka miliki pasca erupsi.
DASAR KEGIATAN
- AD/ART Komunitas Mahasiswa Sumatra Utara (KMSU)
Jakarta
- AD/ART Komite Mahasiswa dan Pemuda Anti Kekerasan
(KOMPAK)
TUJUAN
- Belajar.
- Untuk
membantu dan meringankan beban para korban erupsi sinabung dengan melakukan penggalangan dana serta live in.
- Menyalurkan
dana social untuk para korban erupsi gunung sinabung.
- Mencari
informasi terkait status gunung sinabung.
- Meningkatkan
sensitivitas atau keperdulian terhadap bencana yang terjadi di Indonesia
khususnya provinsi Sumatra Utara.
JENIS KEGIATAN
Penyaluran
dana social dan Live In
TEMPAT DAN
WAKTU
Posko Pengungsian
Korban di Masjid Agung Kabanjahe, Karo. 19-22 Februari 2014.
PETUGAS
KEGIATAN
Komunitas Mahasiswa Sumatra Utara (KMSU)
Jakarta dengan mendelegasikan salahsatu anggota bernama Sahbani Siregar untuk
menyalurkan barang bantuan serta Live In di posko pengungsian.
PERSIAPAN
DAN RENCANA KEGIATAN
Anggota mempersiapkan segala
kebutuhanseperti Pakaian, Notebook, Handphone, Kamera, Flashdisk, Memory dan
lain-lain.Digunakan untuk beraktivitas selama berada ditempat pengungsian.KMSU
Jakarta Melakukan komunikasi dan bekerjasama kepada jaringan yang ada di Medan
yaitu Laskara Merah Putih. Mereka adalah salahsatu organisasi gerakan yang
berada di kota Medan sebagai penyalur barang bantuan untuk para korban erupsi
gunung sinabung dan memudahkan akses anggota menuju ke lokasi bencana.
Kemudian, dana sosial yang berbentuk uang berjumlah Rp. 2.500.000 sebahagiannya
akan dibelanjakan sayur-mayur dan sisanya akan di berikan ke salahsatu posko
lainnya yaitu Posko Sentrum yang terletak tidak jauh dari Posko Masjid Agung Kabanjahe.
Barang bantuan tersebut akan diserahkan langsung kepada korban dan
didokumentasikan. Kemudian selama berada didalam pengungsian, anggota akan
berinteraksi kepada para korban sekaligus memperoleh informasi, memantau
situasi maupun kondisi tempat pengungsian, kemudianmengikuti kegiatan yang
diadakan oleh posko dan Update informasi terkait situasi gunung Sinabung.
PESERTA
KEGIATAN
Korban Erupsi Gunung Sinabung
KESULITAN DAN
HAMBATAN
- Akses menuju Gunung Sinabung
- Kualitas kamera yang kurang bagus
- Pengisian baterai Handphone kurang
optimal dikarenakan banyaknya para korban yang ingin mengisi baterai mereka
yang habis
- Kekurangan biaya operasional
- Kekurangan anggota untuk terjun ke lokasi
- Peralatan yang minim
- Tidak adanya anggota atau jaringan yang
bisa diajak berkerjasama dalam melakukan penelusuran ke beberapa posko untuk
menggali informasi lebih banyak.
- Waktu live in yang sedikit selama 3 hari
HASIL
KEGIATAN
Rabu, 19 Februari 2014
- Lokasi Live In Anggota, di Posko
pengungsian Masjid Agung Kabanjahe, Karo.
- 3 Personil TNI dikerahkan di Posko ini.
- Pukul 23:00 wib barang bantuan yaitu
Sayu-mayur dan pakaian 108kg dari KMSU
Jakarta telah diserahkan langsung kepada korban di Posko Masjid Agung Kabanjahe.
- Diperoleh informasi bahwa para korban
yang berada di Posko pengungsian Masjid Agung Kabanjahe terbilang mencukupi,
dikarenakan banyaknya bantuanberdatangan ke tempat tersebut sehingga tempat
penyimpanan barang bantuan tidak dapat menampung sampai melebihi kapasitasnyaseperti
Mie Instan, telah dijual ± 1000 kotak kepada seorang pembeli dan menghasilkan
uang sekitar 39 juta rupiah. Kemudian uang tersebut dimasukkan ke-kas posko
pengungsian untuk digunakan sebagaimana mestinya.
- Jumlah pengungsi di Posko Masjid Agung
Kabanjahe lebih dari 700 jiwa.
- Diketahui jarak dari Posko Masjid Agung
Kabanjahe ke Gunung Sinabung 7 km.
- Warga telah mengungsi selama 4 bulan dimulai dari bulan september
2013 sampai bulan februari 2014. Ada beberapa keluarga yang menyewa rumah
sementara untuk ditinggali sampai keadaan kembali normal. Namun mereka masih
tetap datang ke posko pengungsian. Warga juga mengakui sudah jenuh berada di
tempat tersebut, keadaan tersebut pernah menjadi pemicu perselisihan yang
pernah terjadi antara warga desa berbeda.
- Ketua BKM Posko Masjid Agung Kabanjahe
dikabarkan tertangkap dan dipenjara karena adanya penyelewengan dana yang
dilakukan oleh Bapak H. Alim pada pertengahan bulan Februari 2014.
- Diperoleh berita dari Posko Gedung
Nasional bahwa telah terjadi kecelakaan yang menimpa salahsatu korban pengungsi
tersebut mengalami luka serius dibagian hidung saat korban hendak memperbaiki
atap gedung yang rusak kemudian terjatuh. Korban bernama Riduan Sembiring (35)
dibawa ke RS terdekat untuk dirawat. Peristiwa tersebut terjadi pada waktu sore
hari.
- Setiap hari pada pukul 20:00 wib warga
pengungsi selalu mendapatkan informasi tentang perkembangan gunung sinabung
serta informasi lainnya. Salahsatu panitia posko bernama Jonsen Tanjung selalu
meng-update situasi dan kondisi gunung tersebut dari lembaga terkait untuk
diberitahukan kepada para pengungsi posko.
- Anggota membantu kegiatan yang ada di
posko seperti mengangkut barang bantuan yang datang, membersihkan pekarangan,
menyortir barang bantuan.
Kamis, 20 Februari 2014
- Dana sosial
dari KMSU Jakarta sebesar Rp. 1.500.000 untuk korban erupsi diserahkan langsung
di Posko Sentrum. Jumlah pengungsi di posko ini berjumlah ± 400 jiwa.
Koordinator posko mengatakan, posko mereka merupakan posko yang “bersih” dan
disiplin. Salah satu kegiatan mereka yang sangat bermanfaat adalah para korban
membuat tas dari anyaman bambu dan hasilnya sudah sampai Kalimantan untuk
dijual.4 personil TNI dikerahkan sebagai petugas keamanan di posko ini.
- Foto
bersama dan penyerahan dana sosial kepada salahsatu korban di Posko Sentrum
(terlampir).
- Update
Gunung Sinabung : Tanggal 20-02-2014, Pukul 06:00-12:00 wib. Cuaca mendung,
Angin tenang. Gunung kabut OII-0III, Suhu udara 19-22o C. Seismik :
35 kali guguran, Amax : 35-115 mm, 19: 15-85 detik. Tremor menerus : Amax : 3-40
mm. Gunung Sinabung AWAS.
Jum’at, 21 Februari 2014
- Pukul 07:23 wib bantuan datang dari PT.
Pertamina, sungai Pariking untuk diberikan kepada Posko Masjid Agung Kabanjahe.
- Pukul 09:00 wib anggota Live In pergi ke
Gunung Sinabung bersama Bapak Ahmadiah Sembiring salahsatu Korban pengungsi
desa Berastepu dan memasuki Zona Bahaya 5 km.
- Rekaman video anggota Live In Langsung di
Gunung Sinabung radius 5 km (terlampir).
- Foto Gunung Sinabung (terlampir).
- Pada pukul 16:34 wib terjadi kecelakaan
di sekitar Posko Masjid Agung Kabanjahe, Karo. Seorang pengendara sepeda motor
Kawasaki Ninja dengan nomor polisi BK 4966 ACS menabrak pembatas jalan. Akibat
peristiwa tersebut korban mengalami luka parah dibagian kepala dan langsung
dibawa ke Rumah Sakit setempat.
- Pukul 20:00 wib Update Gunung Sinabung:
Tanggal 21-02-2014, Pukul 12:00-18:00 wib. Visual: Cuaca mendung, Angin
tenang-sedang ke Timur. Gunung kabut OI-0III. Suhu udara 19-26oC. 1
kali hujan gerimis-deras 16:30-18:00 wib Seismik: 30 x guguran, am: 30-100 mm,
19: 15-85 detik. Tremor menerus: amax: 3-40 mm. Gunung Sinabung AWAS.
- Dikabarkan salahsatu pengungsi Posko Masjid
Agung Kabanjahe tertangkap saat memasuki zona bahaya pada pukul 13:00 wib namun
korban hanya diperingatkan oleh petugas kemanan dan di pulangkan ke posko
pengungsi tersebut.
Sabtu, 22 Februari 2014
- Pukul 08:00 wib bantuan datang dari
Pramuka tingkat SMA Langsa Aceh.
- Pukul 09:00 wib bantuan datang dari
Pramuka tingkat SMA Bengkalis Riau dengan Gudep 03.049-03.050.
- Bantuan dari BSMI.
- Salahsatu warga meceritakan keluhan yang
dimiliki pengungsi terkait situasi di Posko Pengungsian Masjid Agung Kabanjahe.
Mereka mengeluhkan soal pembagian yang terkadang tidak merata. Anak dibawah
umur 5 tahun tidak mendapatkan bagian yang sesuai dengan mereka. Di posko ini
ternyata banyak memiliki persoalan sehingga menimbulkan perselisihan antar
warga dan panitia posko.
- Pada pukul 11:23 wib, petugas keamanan
menginterogasi anggota Live In disebabkan kecurigaan petugas terhadap anggota.
Sempat terjadi pemeriksaan kartu identitas dan mempertanyakan maksud dan tujuan
eksistensi anggota selama berada di
pengungsian.
- Pukul 13:43 wib, bantuan dari Madrasah
Ibtidaiyah Swasta Nurhafizah, Desa Sei rotan, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli
Serdang.
- Pukul 16:00 wib Foto bersama pengungsi di
Posko Masjid Agung Kabanjahe (terlampir)
KESIMPULAN
DAN SARAN
Para korban erupsi
Gunung Sinabung saat ini menunggu kepastian dari lembaga terkait untuk
dipulangkan ke rumah masing-masing.Keberadaan pengungsi selama 4 bulan ini
membuat mereka merasa jenuh dan resah sehingga banyak persoalan kerap
terjadi.Situasi dan kondisi gunung terlihat mulai stabil.Hampir setiap hari
barang bantuan datang ke Posko Masjid Agung Kabanjahe karena letak tempat
mereka yang strategis, di tempat ramai penduduk dan lalu lintas kendaraan.
Maka dari itu bagi
para korban yang mengungsi namun menyewa rumah sementara sebaiknya tidak
melakukan hal tersebut.Kondisi lahan pertanian warga yang rusak telah berdampak
kepada ekonomi keluarga menjadi defisit.Pekerjaan warga sinabung adalah
petani/pekebun, penghasilan mereka diperoleh dari hasil lahan yang ditanami
sayur-mayur dan buah-buahan. Jika para korban yang melakukan hal demikian itu
akan sangat mempengaruhi keuangan mereka apalagi situasi gunung yang fluktuatif.
Tidak bisa dipastikan kapan akan dipulangkan kerumah masing-msing. Kemudian
para korban yang berselisih agar dapat mengontrol emosi dalam diri.Memang itu
adalah hal yang wajar ketika dalam mengungsi.Persoalan yang ada sekiranya dapat
di Musyawarahkan dengan baik.Untuk anggota supaya mempersiapkan kebutuhan yang
lengkap agar pada saat beraktivitas tidak mengalami kesulitan dan tidak
merepotkan warga pengungsi.
PENUTUP
Demikian laporan
kegiatan yang dapat saya sampaikan selama berada di Posko Pengungsian Korban
Erupsi Gunung Sinabung. Saya sangat
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca dalam kegiatan tersebut, sehingga di
agenda selanjutnya dapat menjadi lebih baik lagi.
Ucapan Terima Kasih
kepada: Komunitas Mahasiswa Sumatra Utara (KMSU) Jakarta, Komite Mahasiswa dan
Pemuda Anti Kekerasan (KOMPAK), Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
Sistem Informasi Pencinta Alam (SIMPALA) UIN Jakarta, HMJ Kesehatan Masyarakat Universitas
Muhammadiyah Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Cirendeu, Laskar
Merah Putih Cabang Medan, Posko Pengungsi Masjid Agung Kabanjahe, Walhi
Jakarta, Ibu Jasmin, Bapak Ahmadiah Sembiring, Ibu Mala Bilala, Ibu Irma, dan
seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini.