Rabu, 05 November 2014

Rakyat Pelosok Menjerit



Persoalan yang dihadapi oleh masyarakat daerah di Indonesia sangat beragam. Mulai dari Ekonomi, Politik, Pendidikan, Budaya, dan lain-lain. Provinsi Sumatera Utara khususnya, polemik kehidupan kerap terjadi baik dari dalam maupun luar masyarakatnya. Diantara dari sekian banyak persoalan tersebut adalah Pembangunan Infrastruktur khususnya Jalan. Jalan sebagai tempat lalu lintas orang menjadi perantara satu tempat ke tempat lainnya ini menjadi topik hangat dalam pemberitaan di media online. Disana dijelaskan betapa mirisnya peran pemerintah dalam keterlibatannya dalam proses pembangunan demi kesehteraan rakyat. Selain itu, tranparansi distribusi anggaran dana yang tidak jelas arahnya. Persoalan ini kemudian menimbulkan keresahan bagi kami pemuda-pemudi yang berada diibukota dan masih tetap peka atau perduli terhadap persoalan masyarakat yang tidak tersalurkan Haknya. Negara selaku pemangku kewajiban lagi, lagi dan lagi gagal menjalankannya dengan baik. Terlihat dari kinerja yang dilakukan oleh aparatur pemerintah provinsi maupun daerah yang tidak terbuka masalah penyaluran dana untuk masyarakatnya.
Beberapa kasus infrastruktur jalan diantaranya Pengaspalan Lapen di Desa Siabal-abal VI Sipahutar Tanpa Plank Proyek[1]. Kondisi pembangunan jalan yang lebih-kurang 1 Km itu tidak menggunakan materi yang bagus, sehingga kualitas hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Warga setempat sampai menilai proyek itu adalah proyek gelap yang tidak jelas anggarannya dari mana dan siapa yang menyalurkan. Ironisnya pemerintah daerah tidak mengetahui secara jelas akan proyek pengaspalan jalan tersebut. Transparansi anggaran proyek juga masih tidak jelas, informasi yang seharusnya menjadi hak rakyat untuk mengetahuinya tidak terpenuhi. Fungsi dari plang proyek itu sendiri tidak hanya untuk memberikan informasi pada masyarakat, plang proyek juga sangat penting untuk mengingatkan pelaksanaan proyek terhadap waktu yang tersisa. Karena makin lama proyek dilaksanakan, makin lama mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan, waktu melaksanakan proyek itu ada batasnya, makanya lebih transparan pekerjaan proyek semakin bagus.
Lalu dilain daerah di provinsi sumut, permasalahan Infrastruktur jalan masih terdengar jeritannya seperti Jalan Raharja Sidomulyo medang Deras yang Rusak Parah dikarenakan tidak adanya saluran drainase, jika hujan turun maka air akan menggenangi lubang di badan jalan. Rusaknya jalan ini dibiarkan sampai kurun waktu dua tahun. Selain itu, Program Bedah Rumah di Dairi Diduga bermasalah. Lagi-lagi problem transparansi anggaran yang di salurkan oleh Pemerintah setempat untuk masyarakat menjadi hal yang sangat vital untuk di ungkapkan. Kementerian Perumahan Rakyat di Kabupaten Dairi yang memiliki program bedah rumah itu itu belum tuntas dilaksanakan. Sampai pernyataan yang diberikan oleh kalangan DPRD Dairi dan berbagai sumber, uang untuk pembangunan rumah warga miskin sisa lebih-kurang Rp. 1,5 M dan tidak diketahui secara jelas kemana distribusinya.
Banyak sekali polemic yang dihadapi Indonesia ini khususnya masyarakat daerah bahkan pelosok sekalipun. Kepekaan maupun keperdulian pemerintah tidak dirasakan oleh masayarakat, dampaknya sangat membuat kegelisahan bagi yang lain serta menimbulkan kekhawatiran bagi bangsa dan Negara Indonesia. Kasus yang terjadi baru-baru ini yaitu, karena tidak diperhatikannya masyarakat pelosok perbatasan antar Negara di Provinsi Kalimantan terhadap berbagai persoalan diantaranya harga bensin yang mencapai 30.000 per liternya, kemudian tiang tower yang dibangun pemerintah rusak sehingga kebutuhan mereka untuk komunikasi mendapatkan serta memberikan informasi tidak begitu dapat diharapkan. Akibatnya mereka mengancam pemerintah Indonesia untuk bergabung dengan Malaysia dan menancapkan bendera Negara tersebut ke tanah air yang tidak pantas untuk dikibarkan.


[1] www.hariansib.co (diakses pada tanggal 27 Oktober 2014, pukul 17:20)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ulasan Singkat Mengenai Pluralisme

Secara terminology, Pluralisme berasal dari kata Plural yang berarti banyak atau berbilang kata “bentuk kata yang digunakan untuk menunjukk...